Jualan Online Kamu Tidak Laku?

Ini alasan-alasannya!

Akhir-akhir ini beberapa pemilik toko online kenalan ACI nanya ke ACI kenapa kok jualan online mereka tidak laku. Padahal masa-masa pandemi kayak gini, justru orang lebih suka belanja online. Kok malah jadi tidak laku? Kan aneh! Nah, karena ACI penasaran, ACI tanyain nih cara mereka jualan, ACI bandingin dengan member-member ACI yang penjualannya tinggi, bahkan yang omzet per bulannya bisa sampe angka milyar. Akhirnya ketemu deh penyebabnya.

Akhir-akhir ini beberapa pemilik toko online kenalan ACI nanya ke ACI kenapa kok jualan online mereka tidak laku. Padahal masa-masa pandemi kayak gini, justru orang lebih suka belanja online. Kok malah jadi tidak laku? Kan aneh! Nah, karena ACI penasaran, ACI tanyain nih cara mereka jualan, ACI bandingin dengan member-member ACI yang penjualannya tinggi, bahkan yang omzet per bulannya bisa sampe angka milyar. Akhirnya ketemu deh penyebabnya.

Penyebab jualan online yang tidak laku

ACI merangkum penyebab jualan online yang tidak laku menjadi:

  1. Tidak tahu produk mana yang laku untuk dijual secara online.

  2. Channel penjualan utama barang bukan di marketplace seperti Shopee, Tokopedia, atau Bukalapak.

  3. Hanya menjual di satu marketplace saja.

  4. Tidak tahu cara berjualan di marketplace.

  5. Tidak konsisten dalam melakukan posting di media sosial seperti Instagram dan Facebook.

  6. Waktu menjawab chat tergolong lama.

Nah, dari keenam alasan ini, ACI akan bahas satu-persatu ya, supaya kamu lebih jelas dan kamu bisa tahu gimana caranya kamu bisa lepas dari kesalahan ini.

Alasan #1 - Tidak tahu produk mana yang laku untuk dijual secara online

Nah, ini kesalahan mendasar bagi pemilik toko online pemula, karena biasanya pemilik toko online pemula hanya berpegang pada pendapatnya sendiri. Coba perhatikan contoh di bawah ya supaya lebih jelas.

 

Misalnya Banu ingin membuka toko online yang menjual barang variasi sepeda motor karena Banu suka sekali melakukan variasi pada sepeda motornya. Asumsi Banu, banyak orang yang ingin melakukan variasi sepeda motornya sendiri dengan barang-barang yang berkualitas. Banu sudah memiliki supplier barangnya, dan dia membuka tokonya di Instagram dan di Shopee. 

 

Nah, kesalahan utama Banu di sini adalah karena Banu berpikir bahwa banyak orang yang ingin melakukan variasi sepeda motornya sendiri. Padahal, belum tentu orang-orang suka melakukannya sendiri. Bisa saja kalau mau variasi motor, orang-orang memilih langsung ke bengkel soalnya dipasangin. 


Banu salah melakukan prediksi. Produk variasi motor mungkin laku dijual di bengkel, tapi belum tentu laku dijual secara online.

Lalu gimana caranya jualan online agar banyak yang minat?

Nah, ACI mau bagikan sebuah cara jitu untuk melihat minat orang terhadap produk kamu sebelum kamu mulai jualan online. Namanya adalah riset pasar. Sebetulnya sudah cukup banyak orang yang ngasih tahu caranya, tapi ACI punya cara sendiri yang jauh lebih jitu dan sudah dipraktekkan oleh member-member ACI yang punya omzet luar biasa besar.

 

Cara ACI melakukan riset pasar adalah dengan membuka aplikasi-aplikasi marketplace yang paling laku, yaitu Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak. Terus, ACI akan melakukan pencarian kategori barang yang akan dijual. Misalnya, ACI mencari Tas Wanita, maka ACI tinggal ketik “tas wanita” di kolom pencarian yang letaknya di atas. Nah, lalu kan muncul tuh barang-barangnya. ACI bakalan lihat, dari barang-barang yang ada, banyak yang sudah laku terjual ga? Toko atau barangnya sudah ada penilaian belum? Coba lihat gambar di bawah ini ya:

1

Gambar ini ACI screenshot dari Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak. Nah, lihat, masing-masing marketplace menampilkan berapa banyak tas yang di gambar yang sudah terjual selama ini. Bisa dilihat kan kalau tas-tas ini laku terjual. Nah, lalu kamu juga harus lihat, apakah yang laku hanya barang-barang dari toko tersebut saja? Atau toko-toko lain yang menjual barang serupa juga banyak yang laku? Kalau memang banyak toko yang menjual tas wanita dan barang itu laku, maka kamu bisa mulai berjualan tas wanita karena memang ada pembelinya dan laku dijual.

Alasan #2 - Channel penjualan utama barang bukan di marketplace seperti Shopee, Tokopedia, atau Bukalapak

Sebagai toko online, kamu seharusnya memiliki channel penjualan utama di marketplace. Soalnya, jualan di marketplace itu lebih banyak untungnya. Malah sejauh ini ACI belum ketemu tuh ruginya berjualan di marketplace. Coba simak ARTIKEL INI ya supaya lebih jelas.

 

Intinya, marketplace itu adalah tempat berjualan yang paling oke. Soalnya orang yang datang ke marketplace memang datang ke sana untuk membeli barang. Persaingannya memang banyak, tapi berjualan di mana pun juga banyak saingan kok. Apalagi kalo produk kamu bukan produk inovatif dan banyak sekali toko yang menjual barang kamu. Yang paling penting bukan persaingannya, tapi gimana caranya kamu bisa menang di persaingan itu. 

 

Nah, ACI pernah bikin artikel untuk tips sukses berjualan di Shopee. Kamu bisa KLIK DI SINI untuk membacanya. Untuk marketplace-marketplace lain, ACI sedang proses bikin tips nya, tunggu tanggal mainnya ya.

Alasan #3 - Hanya menjual di satu marketplace saja

Nah, alasan ini sebetulnya mirip-mirip saja dengan alasan #2. Bedanya adalah seharusnya kamu menjual barang kamu di marketplace-marketplace yang paling laku. Biasanya ACI saranin member-member ACI untuk berjualan di Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak sekaligus karena ketiga marketplace itu pengunjungnya banyak banget.

 

ACI sudah bahas dengan tuntas di sebuah artikel. KLIK DI SINI untuk membaca artikel tersebut. Intinya, memang ribet sekali berjualan di banyak marketplace. Tapi, sudah banyak kok platform yang memudahkan kamu untuk melakukannya.

 

Nah, istilah dari platform ini adalah platform Omnichannel. Beberapa platform Omnichannel yang memang terjamin dan oke adalah Forstok, Jubelio, Sirclo, dan tentunya favorit ACI adalah AdminCerdas Indonesia yang memang membuat platform Omnichannel dengan fitur-fitur khusus untuk toko online, bukan perusahaan. Tapi, bukan berarti kamu harus pakai jasa ACI loh kalau ingin berjualan di banyak marketplace sekaligus. Kamu harus menyesuaikan bisnis kamu dengan fitur-fitur yang disediakan masing-masing platform! Di sini, misi ACI hanya memberikan informasi saja. Pelajari lebih lanjut cara menentukan platform Omnichannel yang tepat untuk kamu. KLIK DI SINI!

Alasan #4 - Tidak tahu cara berjualan di marketplace

Masing-masing marketplace itu memiliki cara masing-masing untuk berjualan di sana. Nah, kamu harus konsisten untuk melakukan cara-cara itu walaupun memang untuk melakukannya itu butuh banyak waktu dan caranya tidak semudah itu.

 

Banyak banget pemilik toko online yang berpikir kalau sudah upload barang di Shopee, Bukalapak, atau Tokopedia, maka tugasnya udah selesai. Sisanya, marketplace tersebut yang akan membantu kamu sampai barang kamu terjual.

 

Tapi, kenyataannya bukan begitu loh! Marketplace ini pada dasarnya adalah sebuah platform. Kamu bisa bayangin kalo marketplace ini benar-benar seperti sebuah pasar. Kalau kamu buka kios di pasar, maka pasar tersebut memang akan ramai dikunjungin orang. Pasar ini akan berusaha melakukan segala cara supaya pengunjung yang datang ramai. Masalahnya, pengunjung ini belum tentu loh datang ke toko kamu. Kamu perlu melakukan banyak usaha supaya toko kamu laris dikunjungi orang dan tentunya pada akhirnya barang kamu dibeli. 

 

ACI mau kasih contoh ya. Coba kamu perhatikan gambar di bawah ini:

 

2

 

Misalnya kamu lihat toko ini. Toko ini sudah melakukan semua tips yang ACI berikan di artikel ini. Waktu dilihat di app, tokonya juga cantik. Waktu masuk udah dikasih promo duluan. Terus ada pembagian kategori kayak model terbaru dan penjualan tertinggi. Promo shopee gratis ongkir juga sudah diikuti. Nama-nama barangnya juga sudah diubah.

 

Selain itu, toko ini juga udah melakukan sundul produk setiap 4 jam sekali untuk beriklan secara gratis di Shopee. Plus, karena toko ini juga merupakan member ACI dan sering ngobrol dengan ACI, ACI tahu betul kalau toko ini juga beriklan secara mandiri di Shopee. 

 

Nah, kalau dilihat, penjualannya lumayan tinggi kan? Hampir semua barangnya pernah terjual loh. Ratingnya juga bagus. Ini memang cara untuk berjualan di Shopee yang memang unik sekali. Setelah diikuti, barang toko ini laku di Shopee bahkan terakhir certa dengan ACI, tokonya sudah mencapai omzet ratusan juta loh! Seru kan?

 

Untuk marketplace lainnya, tunggu tips dari ACI yah. ACI sedang mempersiapkan hal ini dengan melakukan wawancara dengan member-member ACI yang sudah sukses di tokopedia dan bukalapak. Tunggu tanggal mainnya!

Alasan #5 - Tidak konsisten dalam melakukan posting di media sosial seperti Instagram dan Facebook

Pemilik toko online baru biasanya ga akan lupa membuat akun di instagram. Masalahnya adalah, akun ini tidak dirawat sehingga follower-nya sedikit, terus gambarnya itu-itu saja, dan yang paling parah adalah tidak konsisten dalam melakukan posting di Instagram.

 

Kenapa sih harus konsisten? Karena akun dengan jumlah post yang banyak dan engagement yang tinggi (seperti like dan comment) akan terasa lebih terpercaya bagi calon pelanggannya. Permasalahannya, mendapatkan likes dan comment itu sekarang ga semudah itu. Kamu harus menjadwalkan posting yang konsisten, melakukan promosi akun kamu, menggandeng influencer, dan lain-lain. 

 

Nah, untuk tips berjualan di Instagram, ACI udah pernah bahas di artikel sebelumnya. Saking panjangnya, ACI sampai harus bagi artikel itu jadi 2. KLIK DI SINI untuk membaca artikel tersebut. Lalu, untuk kamu yang pengen buat post-post yang keren banget, kamu bisa baca cara membuat puzzle feed dengan canva. KLIK DI SINI untuk membaca artikel tersebut. 

 

Khusus buat member ACI, ACI juga memberikan aplikasi gratis untuk membantu kamu posting di media sosial loh. Ini supaya kamu bisa melakukan posting dengan waktu yang sangat singkat. Saat member ACI mencoba, mereka bisa bikin 3 post di Instagram dengan waktu kurang dari 5 menit saja! Sangat cepat kan? Simak demo-nya DI SINI!

Alasan #6 - Waktu menjawab chat tergolong lama

Nah, ini yang paling penting nih. Kalau calon pelanggan kamu udah chat ke kamu, artinya dia sudah tertarik untuk membeli produk kamu. Yang perlu kamu lakukan adalah kamu harus segera membalas chatnya! 

 

Yang harus kamu perhatikan adalah, kamu harus jawab chatnya secara cepat di berbagai marketplace yang kamu ikuti, WhatsApp, Line, Instagram DM, dan Facebook Messenger. Ini harus dipantengin terus. Jadi, saat kamu mulai aktivitas jualan, kamu harus buka semuanya di laptop atau smartphone kamu. 

 

Kalau pelanggan sudah chat ke kamu, bahkan kamu bisa juga menawarkan produk lain yang bagus atau bisa melengkapi produk kamu. Misalkan kalau kamu jual tas, dan pelanggan menanyakan tas tersebut, kamu bisa tawarin jam tangan atau sepatu. Nah dengan cara ini, produk kamu bakal makin laku!

Jadi…

Jangan khawatir lagi produk kamu ga laku dijual. Hindari 6 alasan yang menyebabkan produk kamu tidak laku yang ACI bagikan di atas, plus lakukan tips-tips nya. Memang menjual barang secara online itu tidak semudah yang dibayangkan. Tapi, kalau kamu sudah mencapai omzet ratusan juta bahkan milyaran, kamu bakalan sadar kalau online shop ini sangat layak untuk dikerjakan secara serius!

 

Selamat mencoba~~

Ingin punya toko online canggih yang bisa tersambung ke marketplace?